Investasi Rp 5 Triliun: Pemerintah Bangun 100 Gudang Bulog Nasional untuk Stabilkan Harga Pertanian
**Jakarta, Kompas.com –** Pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru milik Perum Bulog di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat rantai pasokan pangan nasional dan menstabilkan harga hasil pertanian, terutama padi dan jagung. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana ini dalam konferensi pers di Jakarta pada Jumat (8/10/2026). > “Sudah disiapkan anggarannya Rp 5 triliun untuk padi dan jagung,” ujarnya. Gudang-gudang ini akan dilengkapi dengan fasilitas *dryer* (pengering) modern untuk menurunkan kadar air gabah dan jagung. Hal ini penting untuk mencegah kerusakan akibat kelembapan dan memastikan hasil panen dapat digiling dengan kualitas yang lebih baik. Sebagian dari gudang tersebut akan didedikasikan untuk penyimpanan jagung. Menteri Amran Sulaiman menjelaskan bahwa sekitar lima hingga sepuluh gudang akan difokuskan untuk jagung. **Peningkatan Efisiensi dan Dukungan untuk Petani** Pembangunan gudang ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan hasil panen dan mendukung petani dalam menyerap hasil panen mereka secara optimal. Dengan kapasitas penyimpanan yang bertambah, petani tidak perlu khawatir akan rendahnya permintaan atau harga yang tidak menguntungkan. > “Kami berharap pemerintah menyiapkan jagung untuk kita dengan harga wajar untuk bulan Oktober, November, Desember, Januari, Februari, hingga Maret,” kata Kasmani, perwakilan peternak ayam petelur yang melakukan unjuk rasa di depan DPR RI karena harga pakan yang tinggi. Selain itu, pembangunan gudang juga akan mendukung program resi gudang, sebuah solusi yang dirancang untuk mengatasi harga jagung pakan ayam yang tinggi akibat keterbatasan pasokan. **Bantuan Bibit Jagung dan Skema Penjaminan** Untuk memperkuat program ini, Kementerian Pertanian memberikan bantuan bibit jagung gratis untuk 20.000 hektar lahan bagi petani yang bermitra dengan peternak ayam. Petani yang menerima bibit diwajibkan untuk menyuplai jagung hasil panen mereka kepada peternak. Untuk mengatasi kendala modal bagi peternak dalam membeli jagung dari petani, Bulog dapat membeli hasil panen terlebih dahulu dan menyimpannya di gudang. > “Simpan di gudang, tetapi ini adalah tabungannya peternak. Boleh dijual ke orang lain atas persetujuan peternak. Ini adalah solusi permanen,” ungkap Menteri Amran Sulaiman. **Peluang Bisnis dan Solusi Efisien dengan Ateka Tehnik** Pembangunan gudang bulog ini membuka peluang besar bagi sektor industri pengolahan hasil pertanian dan rantai pasokan makanan. Meningkatnya kapasitas penyimpanan dan fasilitas pengering memerlukan solusi pengering yang efisien dan berkualitas tinggi. Ateka Tehnik hadir dengan solusi unggulan Bed Dryer untuk mengoptimalkan proses pengeringan gabah dan jagung. Bed Dryer Ateka Tehnik menawarkan: * **Efisiensi tinggi:** Memaksimalkan hasil panen dengan mengontrol kadar air secara presisi. * **Hemat energi:** Menggunakan teknologi terkini untuk mengurangi konsumsi energi. * **Pengoperasian mudah:** Dirancang untuk kemudahan penggunaan dan perawatan. * **Daya tahan lama:** Dibangun dengan bahan berkualitas untuk memastikan performa jangka panjang. Bermitra dengan Ateka Tehnik berarti mendapatkan solusi pengering yang inovatif, dukungan teknis yang handal, dan layanan purna jual yang terjamin. **Jangan lewatkan kesempatan untuk mendukung stabilitas pangan nasional dan meningkatkan profitabilitas bisnis Anda!** [cta-wa] #### Sumber Resmi: * [Kompas.com - Pemerintah Siapkan Rp 5 Triliun untuk Bangun 100 Gudang Bulog](https://money.kompas.com/read/2026/10/09/153600126/pemerintah-siapkan-rp-5-triliun-untuk-bangun-100-gudang-bulog-)