Mentan Targetkan Tanam 3 Kali! Siapkah Penggilingan Padi Anda Mengolah Banjir Gabah?
Langkah cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memacu produktivitas padi nasional terus digencarkan. Dalam inspeksi mendadak (sidak) di persawahan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan sumber air persawahan melalui program pompanisasi massal. Melalui terobosan ini, Kementan menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) yang sebelumnya hanya dua kali tanam dalam setahun menjadi tiga kali tanam (IP 300), sekaligus melipatgandakan produktivitas padi dari rata-rata 7 ton menjadi 10 hingga 12 ton per hektare. Program pompanisasi ini terbukti telah berkontribusi menambah produksi hingga 2,8 juta ton gabah di Pulau Jawa. #### Tantangan Pascapanen: Saat Sawah Melimpah, Penggilingan Harus Siap! Target tanam tiga kali setahun dan melonjaknya tonase gabah membawa peluang emas sekaligus tantangan besar bagi para pemilik penggilingan padi (*rice mill*), kelompok tani (Poktan/Gapoktan), serta pengusaha beras daerah. Banjir gabah di tingkat petani akan menciptakan kemacetan (*bottleneck*) pengolahan jika penggilingan padi masih mengandalkan mesin lama berkapasitas rendah. Penggilingan konvensional berisiko mengalami penurunan *rendemen*, tingginya persentase beras patah (*broken*), hingga penumpukan gabah basah yang memicu pembusukan. #### Solusi Ateka Tehnik: Ekosistem Permesinan Berkapasitas Komersial Untuk mengimbangi akselerasi produksi padi nasional, CV Ateka Tehnik menghadirkan kombinasi permesinan pascapanen tangguh (*heavy duty*) yang siap beroperasi secara kontinu: **Paket Kompleks RMU Ateka Tehnik (Kapasitas 1 – 2 Ton/Jam)** - **Daya Tahan Operasional Tinggi**: Dirancang dengan material baja tebal presisi untuk menangani siklus panen tanpa henti sepanjang tahun. - **Ekstraksi Rendemen Optimal**: Alur penggilingan bertingkat (*Husker*, *Paddy Separator*, dan *Polisher*) mampu menaikkan *rendemen* giling hingga 65%–68% serta menekan beras patah di bawah 15%. **Mesin Pengering Padi (*Bed Dryer*) Ateka Tehnik** - **Pengeringan Cepat & Stabil**: Menjaga ritme pascapanen dengan menurunkan kadar air gabah hingga 14% secara efisien, mengamankan gabah dari kerusakan meski frekuensi panen meningkat pesat. **Sistem Pemutih & Pemisah Mutu (*Rice to Rice Polisher* & *Rice Grader*)** - **Mengunci Kualitas Beras Premium**: Mengolah beras pecah kulit menjadi beras bersih mengilap dengan Derajat Sosoh 95%, memenuhi kriteria regulasi Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No. 2 Tahun 2023 dan SNI 6128:2020. #### Legalitas Terjamin untuk Pengadaan Daerah dan Swasta Seluruh jajaran mesin Ateka Tehnik diproduksi langsung di Karanganyar, Jawa Tengah, dengan standar ISO 9001. Untuk mendukung pengadaan dinas maupun alokasi bantuan pemerintah daerah, produk Ateka Tehnik telah terdaftar resmi di **E-Katalog INAPROC LKPP** dengan nilai sertifikasi **TKDN + BMP mencapai 41,15%**, memenuhi mandat Permentan No. 02 Tahun 2026. Sambut gelombang panen 3 kali setahun dengan infrastruktur penggilingan padi yang kuat, presisi, dan menguntungkan bersama Ateka Tehnik! [cta-wa] --- #### Daftar Sumber Resmi: * [Agricom - Mentan Amran Sidak Sawah Karawang, Targetkan Tanam Tiga Kali di Musim Kemarau](https://www.agricom.id/news/5191/mentan-amran-sidak-sawah-karawang--targetkan-tanam-tiga-kali-di-musim-kemarau) * [Kementerian Pertanian Republik Indonesia](https://pertanian.go.id/) * [Portal Produk Resmi CV Ateka Tehnik](https://atekatehnik.com/products)