Resiliensi Pangan Nasional: 8 Agenda Strategis dari Bungaran Saragih
Dalam Rice Resilience Forum 2026 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, Prof. Dr. Bungaran Saragih, M.Ec., pakar agribisnis IPB University, mengemukakan 8 agenda penting untuk mewujudkan sistem perberasan Indonesia yang berdaya saing, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan. Menurutnya, *resilience* bukan sekadar surplus produksi, melainkan kemampuan seluruh sistem untuk beroperasi efektif di tengah tantangan seperti kekeringan, banjir, hama, gangguan logistik, fluktuasi harga, perubahan konsumsi, dan krisis global. **Tantangan dan Urgensi Resiliensi Perberasan Nasional** Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan unik terkait ketersediaan beras di berbagai wilayah. Surplus di satu daerah tidak menjamin aksesibilitas di daerah lain. Bungaran menekankan pentingnya sistem produksi berbasis ekologi lokal yang terhubung dengan jaringan logistik antarpulau yang efisien. Desentralisasi perlu dilakukan, tetapi harus terarah dengan sistem informasi nasional yang terpadu. > “Ketahanan beras tidak cukup dibangun dengan menaikkan produksi pada satu musim atau mencapai surplus pada satu tahun,” ungkap Bungaran Saragih. Belajar dari pengalaman pemulihan krisis 1998, pembentukan Dewan Ketahanan Pangan di tingkat nasional dan daerah, dengan alokasi anggaran pertanian yang signifikan ke daerah, terbukti efektif. Pendekatan ini menempatkan tanggung jawab utama pada kepala daerah dalam mengatasi masalah pangan di wilayahnya masing-masing. **Konsolidasi Petani dan Modernisasi Pascapanen** Bungaran menyoroti bahwa produktivitas tinggi tidak serta merta menjamin kesejahteraan petani jika harga anjlok. Keterjangkauan beras bagi konsumen dan pendapatan yang layak bagi petani harus menjadi ukuran keberhasilan. Modernisasi pascapanen, meliputi penggilingan, pengeringan, pergudangan, dan pembiayaan, merupakan kunci pertumbuhan baru bagi sektor perberasan. Petani kecil perlu melakukan konsolidasi melalui koperasi profesional, kelompok usaha, dan kemitraan yang adil. **Diversifikasi Pangan dan Neraca Pangan Nasional** Ketergantungan berlebihan pada beras meningkatkan kerentanan sistem pangan nasional. Diversifikasi pangan tidak berarti meninggalkan beras, tetapi memperluas pilihan pangan dan mengurangi risiko. Data menunjukkan produksi beras relatif stabil di sekitar 31 juta ton, namun lonjakan impor terjadi saat produksi menurun (4,5 juta ton pada 2024). Di sisi lain, impor gandum tetap tinggi (10-12 juta ton per tahun). Bungaran menyerukan perlunya neraca pangan nasional yang komprehensif, mencakup beras, gandum, jagung, kedelai, gula, bahan pakan, protein hewani, ikan, dan pangan lokal. Neraca ini harus mempertimbangkan produksi, stok, distribusi, risiko iklim, dan logistik. Dengan data yang akurat dan terbuka, kebijakan pangan akan lebih tepat sasaran. **Peningkatan Industri Pangan Tropis** Pengembangan tepung komposit dari sagu, singkong, sorgum, jagung, pisang, dan umbi tropis menjadi salah satu strategi diversifikasi. Bungaran menekankan bahwa diversifikasi pangan perlu didukung oleh pengembangan industri, standardisasi mutu, produktivitas bahan baku, dan insentif bagi pelaku usaha. **Peran Bulog dan Koordinasi Ketahanan Pangan** Bulog memiliki peran krusial sebagai penyangga kelembagaan dalam ekosistem perberasan. Bulog harus mampu menyerap gabah/beras petani, mengelola cadangan pemerintah, dan melakukan intervensi pasar secara terukur. Namun, Bulog tidak boleh menggantikan peran pedagang dan pelaku usaha lainnya. Selain itu, koordinasi ketahanan pangan yang berjenjang, dari presiden hingga kepala daerah, perlu dihidupkan kembali dengan pembagian kewenangan dan ukuran keberhasilan yang jelas. **Peluang Bisnis dan Solusi untuk Perberasan Nasional** Forum ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk modernisasi infrastruktur perberasan, khususnya fasilitas pengeringan dan penyimpanan. Ini membuka peluang besar bagi penyediaan teknologi dan peralatan, seperti **RMU (Rice Milling Unit) dengan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani atau koperasi**, dan **Bed Dryer dengan teknologi terkini** untuk mempercepat proses pengeringan dan mengurangi tingkat kehilangan hasil panen. Dengan bermitra dengan Ateka Tehnik, Anda mendapatkan teknologi tepat guna, layanan purna jual yang handal, serta dukungan dalam pengembangan bisnis perberasan yang berkelanjutan. [cta-wa] #### Sumber Resmi: * [Agrinews - Bungaran Saragih Tawarkan 8 Agenda Untuk Wujudkan Resiliensi Perberasan Nasional](https://agrinews.co.id/beras-bungaran-saragih-tawarkan-8-agenda-untuk-wujudkan-resiliensi-perberasan-nasional/)